YESUS : "Jadilah kepadamu menurut imanmu"   (Matius 9:29)

PELAJARAN ALKITAB (DASAR)

    Selamat Datang

NOT FOR PUBLIC

This article is for internal use only
You are strongly recommended to visit :

Dasar - dasar membangun Iman

Dengan Meletakkan dasar di Atas Batu Itu,
Yesus Kristus

Luke 6:48 .
Oleh Pastor Drue Freeman
diterbitkan oleh http://www.villageministries.org



Bab 1

Pendahuluan

Persiapan Pribadi
A. Enam prinsip untuk belajar Alkitab
1. Percaya kepada YESUS KRISTUS
Murid harus menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya, karena “manusia duniawi”(orang yang tidak menerima Kristus) tidak dapat menerima atau memahami hal-hal mengenai Tuhan (1 Corinthians 2:14). Oleh karena itu, keselamatan adalah oleh iman dalam Kristus sendiri (Ephesians 2:8-9). Roh Allah membuat murid yang mempelajari Firman Tuhan dapat melihat hal-hal yang rohani.
2. Percaya bahwa Alkitab diilhami oleh Allah
Firman Allah yang menyatakan sendiri bahwa Alkitab diilhami oleh Allah (2 Timothy 3:16-17).Pelajaran Alkitab harus dimulai dengan mengakui fakta tersebut. “Lompatan” iman tidak perlu; hanya menerima bulat-bulat fakta bahwa Alkitab adalah benar dan cermat.
3. Berdoa
Berdoa diperlukan untuk dapat memahami Firman Allah. Firman Allah memerintahkan bahwa apabila seseorang kurang berhikmat, mintalah kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberikannya dengan cuma-cuma (James 1:5). Doa yang tulus untuk meminta pengenalan yang benar akan diberikan, karena hal-hal ini jelas merupakan kehendak Allah (1 John 5:14 bandingkan dengan Matthew 7:7-8).
4. Belajar degan bersungguh-sungguh dan bersabar
Karena banyak ayat-ayat dari Firman Allah yang belum dimengerti, maka kesungguh-sungguhan dan kesabaran diperlukan saat belajar (2 Timothy 2:15). Saat kita, sebagai mahluk hidup yang terbatas, berusaha untuk memahami pikiran Allah yang tidak terbatas, kita harus menyadari bahwa bahkan seorang juru bahasa yang cakap pun membutuhkan waktu lama.
5. Akui dosa-dosa anda secara terus menerus
Mengakui dosa anda secara terus menerus juga penting, mengijinkan Allah membersihkan kehidupan kita, sehingga persekutuan yang lebih akrab dengan-Nya dapat dicapai (1 John 1:6-10). Dengan menyadari perlunya mengakui dosa-dosa kita, membuat kita terus menerus peka terhadap pikiran, bicara, atau tindakan yang tidak sejalan dengan kehendak Allah.
6. Bersedia hidup sejalan dengan kehendak Allah
Tuhan Yesus Kristus berfirman, bahwa barangsiapa melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu ajaran Tuhan” (John 7:17). Apabila tujuannya untuk mengembangkan hubungan dengan Allah Yang Hidup, maka setiap pengetahuan yang didapat hendaknya mendukung dan memperjelas hubungan tersebut. Pengetahuan tanpa kasih mengakibatkan kesombongan (1 Corinthians 8:1). Apabila tujuan anda sekedar merupakan suatu penyelidikan intelektual dan bukannya hubungan dengan Allah Yang Hidup, maka pengetahuan yang anda dapatkan itu akan berkurang dan menyimpang.


B. Lima Keuntungan belajar Alkitab
1. Iman yang lebih besar
Teolog terbesar Gereja, Rasul Paulus, berkata mengenai dirinya sendiri bahwa dia, “hidup karena percaya, bukan karena melihat” (2 Corinthians 5:7). Kita semua masuk ke dalam keselamatan oleh karena kasih karunia melalui iman (Ephesians 2:8-9); dan menurut Paulus, karena kita sudah menerima Kristus, hendaklah kita hidup di dalam Dia (Colossians 2:6-7).
2. Pengetahuan baru
Ada pengetahuan baru yang kita dapatkan dari Firman Tuhan karena kita “bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus” (2 Peter 3:14-18). Pengetahuan ini menuntun kita kepada pengertian yang lebih besar lagi akan kasih karunia-Nya. Namun, seiring dengan bertumbuh dalam pengetahuan, kita bertumbuh dalam iman karena kita “mendengar” Firman Tuhan (Romans 10:17) dan mempercayai-Nya dalam segala hal.
3. Hidup yang dimurnikan
Firman Tuhan perlu bagi pemurnian hidup kita karena Firman-Nya adalah Kebenaran (John 17:17). Meskipun kita Orang-Orang Percaya, kita mempunyai masalah dengan dosa-dosa kita (1 John 1:6-10), jadi kita harus mempelajari Firman Tuhan untuk mengenali dosa yang mungkin akan terjadi. Dengan demikian kita dapat berdoa dengan sungguh-sungguh memohon kesembuhan dan penyucian (Psalms 51). Harap catat bahwa Orang-orang Kristen seringkali “menambahkan kepada” Firman Tuhan dan membuat penambahan-penambahan itu sebagai dasar dari kebenaran. Hal ini disebut “legalisme”, yang artinya bahwa manusia telah membuat hukumnya sendiri sebagai standar kebenaran. Tuhan Yesus Kristus jelas menentang tindakan ini (Mark 7:1-13), jadi kita harus berhati-hati untuk memperhatikan dengan benar kepada standar-standar yang ditetapkan Tuhan.
4. Kekuatan dalam pelayanan
Dengan Roh Kudus yang bekerja di dalam hidup kita saat kita belajar memiliki “pikiran Kristus” (1 Corinthians 2:14-16), akan ada kuasa di dalam pelayanan kita (Ephesians 2:10). Kita berada dalam peperangan dengan iblis dan kekuatan kekuatannya, oleh karena itu kita membutuhkan kuasa di luar kekuatan dan kemampuan kita sendiri (Ephesians 6:10-18). Kuasa berasal dari kepatuhan kita kepada kehendak Tuhan, karena Tuhanlah yang bekerja di dalam kita, “baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Philippians 2:13).
5. Perlengkapan untuk pelayanan
Dengan pengetahuan akan Firman Tuhan, kita dapat mempraktekkan kebenaran tersebut di dalam nama Tuhan Yesus (Colossians 3:16-17), dan menyatakannya kepada dunia yang hilang dan akan binasa ini (John 17:17-19; Hebrews 5:12). Tujuan utama untuk memberitakan Firman Tuhan adalah,“untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus” (Ephesians 4:11-13). Untuk “memperlengkapi” orang-orang lainnya, maka kita harus memperlengkapi diri kita sendiri terlebih dahulu.


Alkitab
A. Apakah yang dimaksud dengan Alkitab ?
1. Firman ALLAH yang tertulis
Alkitab tidak hanya sekedar sebuah buku seperti pada umumnya. Alkitab ditulis lebih dari empatpuluh penulis yang rentang hidupnya lebih dari 1.500 tahun. Yesus Kristus menyebutnya “Kitab” (Hebrews 10:7). Tanpanya manusia tidak dapat mengetahui standar mutlak kebenaran, maupun kebutuhan kasih karunia di dalam hidupnya. Tuhan memilih memerintahkan firman-firman-Nya ditulis, sehingga standar-standar dari-Nya jelas. Firman yang ditulis itu diterima dengan iman dan dibuktikan melalui sejarah (peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi). Manusia berbicara kepada Tuhan melalui doa. Tuhan terutama berbicara kepada manusia melalui firman-Nya yang tertulis. Sebagian besar orang menggunakan versi-versi terjemahan Alkitab dari bahasa aslinya. Sebagian besar Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani. Satu kekecualian adalah yang terdapat dalam Kitab Daniel – bab 2 sampai bab 7, dan dalam Kitab Ezra – bab 4 sampai bab 7. Bab-bab ini ditulis dalam bahasa saudara perempuan Ibrani, yaitu bahasa Aram, bahasa yang digunakan oleh sebagian besar orang Yahudi pada waktu kitab-kitab ini ditulis. Seluruh isi Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani Koine (umum). Selingan-selingan bab dan ayat ditambahkan oleh manusia setelah mendapatkan inspirasi terlebih dahulu untuk memudahkan pencarian berbagai ayat. Dengan demikian, ayat-ayat selingan tersebut bukan diinsipirasikan oleh Allah, namun ayat-ayat tersebut jelas memiliki tujuan yang baik di dalam membantu kita memahami bagian-bagian ini untuk dapat dimengerti secara tradisi.
2. Firman yang diinspirasikan ALLAH
Setiap bagian dari Alkitab diinspirasikan oleh Allah (2 Timothy 3:16-17), dan menguntungkan. “Inspirasi” lebih dari kejeniusan, iluminasi dan penyingkapan manusia, karena Allahlah yang memprakarsainya. “Napas Allah” sendiri yang mengekspresikannya melalui kepribadian manusia.
3. Penyingkapan Firman ALLAH yang hidup
.
Alkitab adalah penyingkapan dari Firman Allah Yang Hidup –Tuhan Yesus Kristus kita. “Penyingkapan” berarti memberi informasi baru. “Iluminasi” terjadi ketika Roh Kudus yang bekerja di dalam kita membuat “Penyingkapan” dapat dimengerti oleh murid yang belajar firman Tuhan. Firman yang ditulis bukan Firman Yang Hidup; itu penggambaran ilahi mengenai Tuhan Yesus Kristus (Hebrews 4:12 bandingkan John 5:39-47). Perbedaan-perbedaan ini penting dilakukan. Kertas dan tinta tidak mengandung kuasa, namun Kuasa di balik kertas dan tinta adalah Roh Allah yang mengerjakan perbedaan itu di dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya sang Penulis yang mengerjakannya (Hebrews 12:2) untuk melihat bahwa firman-firman tersebut memiliki kuasa di dalam dan darinya sendiri, hal itu tidak mungkin.
B. Susunan Alkitab
1. Dua bagian utama
Alkitab dibagi menjadi dua Perjanjian, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Keseluruhannya ada 66 kitab, 39 di dalam Perjanjian Lama, yang ditulis oleh lebih dari 30 penulis yang berbeda, dan ada 27 kitab di dalam Perjanjian Baru, yang ditulis oleh 10 penulis. Ada 1.189 bab, 929 di dalam Perjanjian Lama, dan ada 260 bab di dalam Perjanjian Baru. Perjanjian Lama berisi 23.214 ayat; Perjanjian Baru berisi 7.959 ayat (keseluruhannya ada 31.173 ayat Alkitab). Suatu “Perjanjian” adalah suatu kesepakatan di mana nilai-nilai ditawarkan oleh seseorang, dan diterima oleh orang lainnya. Sebagai contoh, ketika seseorang ingin membeli suatu produk, dibuatlah suatu penawaran, kemudian diterima atau ditolak. Begitu penawaran tersebut diterima, maka dibuatlah suatu kesepakatan atau kontrak. Kesepakatan itu berisi perjanjian-perjanjian untuk menata hubungan antara kedua belah pihak. Suatu contoh kesepakatan yang baik ada di dalam sumpah pernikahan. Sumpah ini merupakan kesepakatan antara mempelai pria dan mempelai wanita yang bertindak sebagai dasar suatu hubungan. Perjanjian Lama berisi kesepakatan-kesepakatan semula yang Allah adakan dengan manusia mengenai Mesias yang akan datang. Kita akan mempelajari perjanjian-perjanjian ini kemudian.
2. Lima bagian dari perjanjian lama
Perjanjian Lama dikelompokkan sebagai berikut :
  1. Hukum, yang disebut “Torah” (dalam bahasa Ibrani) atau “Pentateuch” (dalam bahasa Yunani artinya “lima kitab”), terdiri dari lima kitab : Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan
  2. Kitab-kitab sejarah (dua belas kitab) : Yosua, Hakim-Hakim, Ruth, 1 Samuel, 2 Samuel, 1 Raja-Raja, 2 Raja-Raja, 1 Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, dan Ester
  3. Kitab-kitab puisi (lima kitab) : Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, dan Kidung Salomo
  4. Nabi-nabi besar (lima kitab) : Yesaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel dan Daniel
  5. Nabi-nabi kecil (dua-belas kitab) : Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, dan Maleakhi
3. Tiga bagian dari perjanjian baru
Perjanjian Baru membuktikan kedatangan Mesiah, dan berisi perjanjian baru yang dibuat setelahnya. Tentu saja, ada keberagaman topik di dalam kitab-kitab tersebut. Kitab- kitab sejarah, misalnya, berisi beberapa nubuatan (Matius 24, Markus 13, Lukas 21), demikian juga dengan kitab nubuatan yang berisi beberapa surat yang ditulis oleh murid-murid Tuhan Yesus (Wahyu 2-3). Tujuan umum dari kitab yang manapun semata-mata didasarkan pada keseluruhan isinya. Perjanjian Baru dikelompokkan menjadi tiga bagian sebagai berikut :
  1. Lima Kitab Sejarah: Matius, Markus, Lukas, Yohanes dan Kisah Para Rasul
  2. Kitab-kitab Sejarah dilanjutkan dengan 21 Surat: Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotiues, 2 Timotius, Titus, Filemon, 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes, 1 Petrus, 2 Petrus, Ibrani, Yakobus dan Yudas
  3. Ada satu kitab Nubuatan: Wahyu


Ringkasan sejarah
Indahnya Firman Tuhan sebagian oleh karena konsistensinya, meskipun ditulis oleh begitu banyak penulis yang berbeda selama lebih dari satu periode waktu. Sejarah meneliti peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu.
Urutan peristiwa yang diuraikan di bawah ini menunjukkan suatu pergerakan yang sangat menakjubkan mulai dari penciptaan dan kemudian berakhirnya sejarah umat manusia. Dengan melihat peristiwa-peristiwa besar ini, kita dapat menyusuri dengan lebih jelas mulai dari pendahuluan dan kesimpulan dari sejarah yang
menakjubkan ini. Kita juga bisa mendapatkan wawasan yang jelas terhadap suatu pertanyaan yang selama berabad-abad dipertanyakan oleh para filsuf. “Mengapa kita berada di sini ?”
Ringkasan berikut dirancang sebagaimana adanya sebuah ikhtisar. Kita akan menghabiskan sisa hidup kita mengisi rinciannya. Sekarang, mari kita belajar peristiwa-peristiwa sejarah besar yang telah Allah hadirkan di
hadapan kita. Kemudian di dalam pelajaran ini, kita akan melihat sebuah ikhtisar yang bagus sekali mengenai rencana Allah yang sangat konsisten.

A. Penggambaran peristiwa - peristiwa
1. Penciptaan
Pada bagian awal Alkitab, Kitab Kejadian memberitakan tentang penciptaan awal langit dan bumi ini (Genesis 1:1; 2 Peter 3:6). Di bagian akhir Kitab Wahyu, ciptaan awal tersebut dihancurkan, untuk membuat penciptaan “Langit dan Bumi Yang Baru” (Revelation 21-22).
2. Pemberontakan iblis
Beberapa waktu sebelum penciptaan manusia, iblis memberontak melawan Allah (Isaiah 14:12-14; Ezekiel 28). Niat pemberontakan yang pertama ini dijalin dengan rumitnya di sepanjang Alkitab; dan semua konflik yang bercabang ini, tidaklah mudah dimengerti. Yang kita ketahui adalah perang telah berkecamuk antara Allah dengan iblis sejak sebelum penciptaan manusia (Revelation 12), dan bahwa pemberontakan terakhir akan terjadi setelah 1000 tahun masa pemerintahan Yesus Kristus di bumi, yaitu tepat sebelum penciptaan langit dan bumi yang baru (Revelation 20:7-10.
3. Bumi dan manusia
Allah mempersiapkan bumi ini untuk didiami oleh manusia (Genesis 1:2-2:3: untuk catatan kaki, kata “tidak berbentuk” [Bahasa Ibraninya TOHU] dan “kosong” [Bahasa Ibrainya BOHU] masing-masing berarti, “tidak dapat didiami”, dan “tidak berpenghuni”. Masalahnya adalah adanya penyelundup, iblis, yang terus menerus berusaha menentang Allah. Ketika Tuhan memasukkan iblis ke dalam penjara untuk jangka waktu selama Kerajaan Milenium yang akan datang (1000 tahun masa pemerintahan Yesus Kristus, lihat Revelation 20:1-3), bumi ini akan kembali menjadi bumi yang sempurna bagi manusia (Isaiah 60-66).
4. Adam yang pertama dan Adam yang terakhir
Manusia pertama, Adam, dirancang menjadi yang pertama dari seluruh ciptaan (Kejadian 1:28; 2:4-25). Dia ditempatkan di Taman Eden untuk mengusahakan dan memeliharanya. “Adam Yang Terakhir”, Tuhan Yesus Kristus (1 Corinthians 15:45) akan menegakkan sebuah Pemerintahan, dalam arti harafiah secara fisik selam 1000 tahun (Revelation 20:4). Dia yang “terakhir” dalam artian tidak ada orang lain lagi yang akan datang sebagai mahluk yang sempurna.
5. Pertarungan manusia dengan iblis
Ketika Adam “jatuh” di Taman Eden, dia menjadi tunduk kepada iblis, “penguasa dunia ini” (Kejadian 3; John 12:31; 16:11). Kemudian Allah membuat iblis tunduk kepada Kristus sebelum Kerajaan Milenium mulai (Revelation 20:1-3).
6. Srluruh manusia akan dihakimi
Allah mengizinkan manusia tunduk kepada iblis, namun pada akhirnya Allah yang akan berurusan dengan manusia. Di dalam Kitab Kejadian 4-10 kita membaca latar belakang penyebab Air Bah yang terjadi karena ketidaksenangan Allah terhadap ketidakpatuhan manusia (Kejadian 6:1-13). Allah kembali akan menghakimi umat manusia saat Yesus Kristus kembali pada Kedatangan-Nya Kedua, setelah masa tujuh-tahun masa Kesengsaraan kedua. Pada waktu itu Dia akan memisahkan umat manusia antara “domba” (Orang-orang Percaya) dan “kambing” (orang tidak percaya) (Matthew 25:31-46).
7. Babel
Setelah Air Bah Nuh, bumi ini kembali dihuni oleh manusia, namun tidak berapa lama manusia kembali mulai menentang Allah. Di Babel, mereka membangun Menara Babel (Kejadian 11), yang menunjukkan usaha mereka untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Mereka berpikir bahwa apabila mereka dapat membangun menara yang cukup tinggi, mereka dapat menyelamatkan diri dari murka Allah (seperti saat zaman Air Bah) dengan naik ke langit. Dasar mereka membangun menara adalah agama yang disebut “humanisme”, yang mengira bahwa manusia dapat menyelamatkan diri mereka sendiri melalui agama dan/atau ekonomi. Kepercayaan-kepercayaan seperti ini merupakan dasar dari semua sistim agama dunia ini. Hanya Kekristenan yang menyadari bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, oleh karena itu manusia membutuhkan seorang Juru Selamat. Beberapa sikap humanistik ditunjukkan di dalam Alkitab oleh mereka yang menentang Allah Yang Hidup. Sikap hidup seperti ini ditemukan di Babel di masa lalu (Yesaya 47) dan Tirus (Yehezkiel 26-27), dan tetap ada di tengah-tengah kita hari ini. Sikap yang serupa ditemukan pada agama-agama dunia, yang percaya bahwa manusia naik ke tempat yang tinggi dengan demikian dapat menyelamatkan diri mereka sendiri. Selama Masa Kesukaran, Allah akan menghancurkan Babel (Wahyu 17-18).
8. Israel
Setelah manusia disebarkan dari Babel dan bahasa-bahasa mereka dikacaukan, Tuhan memanggil Abraham menjadi pendiri suatu bangsa yang baru, Israel (Kejadian 12). Melalui kelahiran putranya yang penuh keajaiban, Ishak, dan kelahiran cucunya, Yakub, janji yang diberikan kepada Abraham mengenai Mesias dilanjutkan (Genesis 22:1-18; 28:14). Umat Israel akhirnya pindah dari tanah kelahiran mereka dan disebarkan ke seluruh dunia karena tindakan mereka menyembah berhala, namun janji Allah tetap berlaku. Bangsa Israel akan dipersatukan kembali secara rohani setelah Masa Kesukaran dan memberkati dengan Kerajaan Seribu Tahun (Matius 24:29-31).
9. Kedatangan YESUS KRISTUS yang kedua
Kedatangan pertama Yesus Kristus terjadi pada waktu yang sempurna dalam rencana Allah (1 Timothy 2:6). Kitab Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes berhubungan dangan cerita sangat indah tentang kelahiran, pelayanan, kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus. Yesus Kristus jelas adalah “Hamba Yang Menderita”, yang dinubuatkan demikian indahnya dalam Yesaya 53. Kedatangan Kedua Yesus Kristus akan terjadi setelah Masa Kesukaran, ketika Kristus benar-benar menapakkan kaki-Nya kembali di bumi dan mengalahkan musuh-musuh-Nya (Zechariah 14:1-8; Revelation 19:11-19), dengan demikian mengumumkan Kerajaan Seribu Tahun. Pada saat itu Dia akan hadir sebagai “Raja Penakluk”.
10. Pelayanan - pelayanan yang menentang
Kitab Injil juga menggambarkan pelayanan Tuhan Yesus Kristus (Matius, Markus, Lukas, Yohanes). Pelayanan Kristus adalah salah satu pelayanan kepada orang-orang lain (Matius 20:28). Ini jelas berbeda dengan pelayanan Antikristus (juga dikenal sebagai “manusia durhaka”) yang akan menuntut “penyembahan” atas dirinya sendiri, berusaha untuk menarik perhatikan kepada semua orang untuk menyembah dirinya (2 Thessalonians 2:1-12; Revelation 6-16).
11. Gereja
Setelah kebangkitan dan kenaikan Yesus Kristus ke sebelah kanan Allah Bapa, Gereja “dipanggil” untuk menyebarkan kabar baik akan pengampunan dosa melalui pengorbanan Yesus Kristus (Kisah Para Rasul). Gereja memikul tanggungjawab untuk membuat “semua bangsa menjadi murid” Yesus Kristus (Matthew 28:18-20), sampai gereja tersebut “diundang” ke perkawinan menjadi mempelai Tuhan (1 Tessalonians 4:13-18; 1 Corinthian 15:50-58; Revelation 19:7-10).
B. Ringkasan
Ketika kita menganalisa serangkaian peristiwa-peristiwa yang baru saja diterangkan, kita melihat adanya suatu pola yang mengagumkan dan simetris. Itulah sejarah manusia yang terbentang dan tertutup. Pola tersebut digambarkan dengan grafik berikut. Cocokkan angka-angka atas dan bawah (mis: 2 atas dan 2 bawah) anda akan melihat gambaran dari rencana Allah:
  • 1. Penciptaan langit dan bumi yang semula. Genesis 1:1; 2 Peter 3:6
  •  2. Pemberontakan pertama setan. Isaiah 14:12-14; Ezekiel 28
  •   3. Bumi dipersiapkan untuk manusia. Genesis 1:2–2:3
  •    4. Kehadiran Adam yang pertama. Genesis 2:4-25
  •     5. Manusia tunduk kepada setan. Genesis 3
  •      6. Penghakiman semua umat manusia. Genesis 4-10
  •       7. Pembangunan Menara Babel. Genesis 11
  •        8. Israel dibentuk sebagai sebuah bangsa. Genesis 12
  •         9. Kedatangan Pertama Yesus Kristus. Matthew, Mark, Luke, John
  •          10. Pelayanan Yesus Kristus. Matthew, Mark, Luke, John
  •           11. Gereja diutus. Acts
  •           11. Gereja diundang. 1 Tessalonians 4:13-18; 1 Corinthians 15:50-58
  •          10. Pemerintahan antikris 2 Tesalonika 2:1-12; Revelation 6–16
  •         9. Kedatangan Kedua Yesus Kristus. Revelation 19:11-19
  •        8. Israel dikumpulkan kembali sebagai sebuah bangsa Matthew 24:29-31
  •       7. Penghancuran organisasi-organisasi Babel. Revelation 17–18
  •      6. Seluruh umat manusia dihakimi. Matthew 25:31-46
  •     5. Setan dikalahkan oleh Kristus. Revelation 20:1-3
  •    4. Kehadiran Adam Terakhir. Revelation 20:4
  •   3. Bumi disempurnakan bagi manusia. Isaiah 60–66
  •  2. Pemberontakan terakhir setan. Revelation 20:7-10
  • 1. Penciptaan langit dan bumi yang baru. Revelation 21–22

  • Ringkasan kronololis
    Murid-murid yang belajar Alkitab harus mengetahui rangkaian, tahun dan hubungan dari beberapa peristiwa-peristiwa sejarah penting. Maka, di bagian ini diberikan tiga urutan waktu. Sepuluh daftar pertama yang utama ditemukan dalam Alkitab dan tahun-tahunnya, meringkas pentingnya masing-masing tahun tersebut.
    Tahun “S.M.” yang diberikan di belakang masing-masing peristiwa tersebut, merujuk pada tahun “sebelum Masehi”. Masing-masing peristiwa dengan tahun “M.” merujuk pada tahun “setelah Masehi”.
    Tahun-tahun yang ditampilkan berdasarkan pada penafsiran dari Firman Allah. Banyak orang yang sudah belajar Firman Tuhan mempunyai kesimpulan dengan tahun-tahun yang berbeda untuk berbagai alasan guna menyebutkan waktu itu. Janganlah dikacaukan dengan hal ini. Mempelajari rangkaian peristiwa adalah hal yang paling penting dari bagian ini.
    Edisi-edisi sebelumnya dari Foundations tidak mencatat waktu 60 tahun yang disebutkan di dalam Kejadian 11:26–12:5, namun diterangkan dalam Kisah Para Rasul 7:4. Ayat-ayat dalam Kisah Para Rasul menyebutkan bahwa Abraham meninggalkan Haran setelah Terah mati. Terah mati di Haran pada usia 205 tahun (Genesis 11:32), dan Abraham meninggalkan Haran pada usia 75 tahun setelah Terah mati (Acts 7:4). Ini berarti Terah berusia 130 tahun ketika Abraham lahir. Masa 70 tahun yang disebutkan di dalam Genesis 11:26 pasti mengacu baik pada kelahiran Nahor atau Haran, kemungkinan Haran (Genesis 11:28). Diharapkan, hal ini menjadi prinsip-prinsip yang menguatkan sehingga setiap murid harus terus membandingkannya secara Alkitabiah dan biarlah Alkitab sendiri yang menyatakannya.
    A. Sepuluh peristiwa penting dan tahunnya
    1. Jatuhnya Adam (3958 S.M.)
    Penafsiran secara harafiah secara silsilah (rangkaian kelahiran) yang disampaikan melalui Firman Tuhan membuat kita menyimpulkan bahwa tahun jatuhnya Abraham adalah sekitar 3958 S.M. Kronologis secara Alkitabiah disampaikan sedemikian rupa sehingga kita harus maju ke depan dari titik awal zaman Adam, dan juga mundur 4 tahun ke belakang dari zaman Salomo (1 Raja-Raja 6:1). Alkitab memberikn kita informasi mengenai tahun-tahun antara peristiwa-peristiwa utama. Ketika kita menghubungkan peristiwa-peristiwa di dalam Alkitab dengan tahun-tahun yang diketahui dalam sejarah sekular, maka kita dapat menggabungkan tahun secara sekular dan secara Alkitab.
    2. Air Bah Nuh (2302 S.M.)
    Ketika kita mengikuti silsilah dalam Kejadian 5, kita temukan adanya jangka waktu 1,656 tahun telah lewat sejak jatuhnya Adam sampai kepada Air Bah Nuh, sehingga kita dapat menyimpulkan air bah terjadi tahun 2302 S.M.
    3. Janji kepada Abraham (1875 S.M.)
    Silsilah yang diberikan kepada kita di dalam Genesis 11:10-26 membuktikan bahwa Abraham lahir 352 tahun setelah Air Bah, atau 2,008 tahun setelah Adam. Hal ini menunjukkan bahwa dia lahir pada tahun 1950 S.M. Kita belajar dari Genesis 12:4 bahwa Abraham berusia 75 tahun ketika dia menerima janji dari Allah yang menjadi Perjanjian Abraham. Ini berarti bahwa janji terebut diberikan pada tahun 1875 S.M.
    4. Keluarnya Bangsa Israel (1445 S.M.)
    Keluaran 12–50 memberikan informasi kepada kita mengenai keturunan-keturunan langsung Abraham. Anak-anak Yakub (cucu Abraham) pindah ke Mesir di mana akhirnya mereka diperbudak oleh orang Mesir (Keluaran 1). Allah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir melalui Musa. Rasul Paulus menceritakan kepada kita bahwa jangka waktu 430 tahun telah lewat dari janji kepada Abraham sampai kepada penyampian Hukum Taurat (Galatians 3:17). Hal ini menyimpulkan bahwa tahun-tahun terjadinya Keluaran adalah 1445 S.M., atau 2.438 tahun setelah Adam.
    5. Tahun Keempat Zaman Salomo (965 S.M.)
    Salomo adalah raja Israel ketiga, setelah ayahnya, Daud, dan Raja Saul. Di dalam 1 Kings 6:1, kita mendapatkan bahwa 480 tahun telah lewat sejak Keluaran sampai kepada tahun keempat zaman Salomo, ketika dia mulai membangun Bait Allah. Dengan ini kita dapat memperhitungkan bahwa tahunnya adalah tahun 965 S.M., atau 2.918 tahun setelah Adam. Kita dapat menyimpulkan tahun keempat zaman Salomo dari catatan-catatan sejarah lainnya. Dengan ini kita dapat memastikan tahun di mana kita dapat melihat ke belakang dan menentukan tahun-tahun sebelumnya yang disebutkan dalam Keluaran, janji kepada Abraham, Air Bah Nuh dan Adam. Manusia dipaksa membuat beberapa penyesuaian terhadap tahun-tahun zaman S.M. menurut sejarah secara sekular oleh penemuan-penemuan arkeologi yang diadakan 100 tahun terakhir ini. Hal ini merupakan bagian dari alasan perbedaan-perbedaan yang ditemukan dalam sistim-sistim penentuan waktu yang bervariasi.
    6. Jatuhnya Kerajaan Utara (721 S.M.)
    Setelah kematian Salomo, Israel terbagi menjadi dua kerajaan terpisah, yang kemudian dikenal dengan “Kerajaan Utara” atau Israel, dan “Kerajaan Selatan” atau Yehuda. Kerajaan Utara jatuh ke tangan Kerajaan Asyur pada tahun 721 S.M. dan tidak lagi menjadi sebuah kerajaan.
    7. Jatuhnya Kerajaan Selatan (586 S.M.)
    Kerajaan Selatan jatuh ke tangan Kerajaan Babel pada tahun 586 S.M., dan dibuang ke pengasingan selama 70 tahun sebelum bangsa Israel diperbolehkan kembali ke kampung halaman mereka pada tahun 516 S.M.
    8. Kelahiran Yesus Kristus (1 S.M.)
    Sistim penanggalan “S.M.” dan “M.” tidak dibuat sampai abad keenam setelah hadirnya Tuhan kita. Tahun tersebut dirancang untuk memberikan referensi kepada semua tahun-tahun bersejarah mengenai kelahiran-Nya. Ketika Gereja menentukan sistim ini, hal itu didasarkan pada pemahaman yang tidak benar pada jaman Raja Herodes (yang disebutkan di dalam Alkitab sedang berkuasa ketika Yesus lahir, Lukas 1:5). Lama setelah itu ditemukan bahwa suatu kesalahan 1 atau 2 tahun terjadi, namun sistimnya sudah terbentuk baik, maka dari pada mencoba mengubah semua tahun yang sudah ditentukan sebelumnya dengan tahun-tahun baru, diputuskanlah untuk menyebutkan bahwa Yesus lahir pada tahun 1 atau 2 S.M. Ada perbedaan antara Penanggalan Julian yang dimulai dari 1 Januari dan Kalendar Yahudi yang dimulai dari bulan September. Itulah alasan anda melihat tanggal-tanggal ditulis dengan “1-2 S.M” atau “966-965 S.M.”
    9. Kematian, Penguburan dan Kebangkitan Yesus Kristus (32–33 S.M.)
    Sebagian besar ahli Alkitab menentukan tanggal kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus adalah 32–33 S.M.
    10. Kitab Terakhir Injil (96 S.M.)
    Tanggal ini dihubungkan dengan pengasingan rasul Yohanes di Pulau Patmos (Revelation 1:9), selama pemerintahan Kerajaan Roma, di mana Alkitab diselesaikan (Revelation 22:18-19).
    B. Kronologi Kitab-Kitab Perjanjian Lama
    1. Adam sampai ke Air Bah (3958–2302 S.M.)
    Kejadian 1-5
    2. Air Bah hingga Perjanjian kepada Abraham (2302–1875 S.M.)
    Kejadian 6–12
    3. Janji kepada Abraham sampai Keluaran (1875–1445 S.M.)
    Kejadian 12–50. Kitab Ayub.
    4. Keluaran hingga tahun ke-4 pemerintahan Raja Salomo (1445–965 S.M.)
    1. Keluaran
    2. Imamat
    3. Bilangan
    4. Ulangan
    5. Yosua
    6. Hakim-Hakim
    7. Rut
    8. 1 Samuel
    9. 2 Samuel
    10. 1 Raja-Raja 1-5
    11. Mazmur
    12. 1 Tawarikh
    5. Tahun ke-4 Pemerintahan Raja Salomo sampai Jatuhnya Yehuda (965–586 S.M.)
    1. 1 Raja-Raja 6–22
    2. 2 Raja-Raja
    3. 2 Tawarikh
    4. Amsal
    5. Pengkhotbah
    6. Kidung Agung
    7. Obaja
    8. Yoel
    9. Yunus
    10. Amos
    11. Hosea
    12. Mikha
    13. Yesaya
    14. Nahum
    15. Zefanya
    16. Habakuk
    6. Masa dalam Pembuangan ke Babel (586–516 S.M.)
    1. Yeremia
    2. Ratapan
    3. Yehezkiel
    4. Daniel
    7. Setelah Pembuangan ke Babel sampai Akhirnya Perjanjian Lama (516–400 S.M.)
    1. Ezra
    2. Nehemia
    3. Zakaria
    4. Hagai
    5. Maleakhi
    C. Kronologi Kitab-Kitab Perjanjian Baru
    Rangkaian di mana para penulis diberi ilham untuk menulis beragam kitab-kitab Perjanjian Baru (disebut sebagai tidak tertulis) umumnya digambarkan sebagai berikut :
    1. Sejarah Kehidupan Kristus dan Gereja Mula-Mula (55–85 S.M.)
    1. Matius
    2. Lukas
    3. Markus
    4. Yohanes
    5. Kisah Para Rasul
    6. (Perlu referensi lain tentang urutan ini)
    2. Rasul-Rasul Gereja (46–85 S.M.)
    1. Yakobus
    2. Galatia
    3. 1 Tesalonika
    4. 2 Tesalonika
    5. 1 Korintus
    6. 2 Korintus
    7. Roma
    8. Filemon
    9. Efesus
    10. Kolose
    11. Filipi
    12. 1 Timotius
    13. Titus
    14. 2 Timotius
    15. Ibrani
    16. 1 Petrus
    17. 2 Petrus
    18. Yudas
    19. 1 Yohanes
    20. 2 Yohanes
    21. 3 Yohanes
    3. Nubuatan (96 S.M.)
    Wahyu


    Persiapan Mempelajari Alkitab
    Pada dua bagian terakhir, kita diperkenalkan akan pentingnya mengetahui kejadian-kejadian penting yang terjadi di masa lalu (Bagian 3), serta urutan kapan peristiwa-peristiwa tersebut terjadi (Bagian 4). Kita sedang meletakkan sebuah dasar untuk membantu menjawab sebuah pertanyaan penting yang pasti akan ditanyakan oleh murid yang sedang belajar Alkitab : “Kapan?” Saat kita mencoba mengerti Alkitab, kita
    mendapatkan diri kita sendiri tidak henti-hentinya mencari jawaban terhadap pertanyaan penting untuk “berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu” (2 Timotius 2:15). Allah mengundang kita untuk membawa semua pertanyaan kita kepada-Nya (Matius 7:7-8).
    Pertanyaan-pertanyaan dasar yang pasti akan kita tanyakan dari setiap ayat sangat sederhana: siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana? Jawaban-jawabannya harus dipertimbangkan sementara kita tetap harus mengingat dua pertanyaan utama mengenai Kehidupan Kristen: Bagaimana hal ini membantu kita mengembangkan hubungan pribadi yang akrab dengan Tuhan Yesus Kristus kita (Philippians 3:10), dan bagaimana
    kita seharusnya hidup (John 7:17)?
    A. Enam Pertanyaan Dasar atas Setiap Ayat
    1. Siapa ?
    Saat kita mengajukan pertanyaan “siapa”, ktia sedang berusaha menentukan siapa yang berbicara dan kepada siapa hal itu disampaikan. Satu contoh terlihat di dalam Genesis 22:2, ketika Allah memerintahkan Abraham untuk mengorbankan putranya, anak tunggalnya kepada-Nya. Dalam hal ini, Allah berbicara langsung kepada Abraham, bukan kepada orang lain. Oleh sebab itu, kita, sebagai pendengar Firman, tidak berkewajiban untuk melakukan perintah tersebut.
    2. Apa ?
    Pertanyaan “apa ?” berhubungan dengan realita dari hal yang sedang dikatakan. Yesus Kristus dikatakan sebagai “Anak Domba” dalam Wahyu 5. Itu tidak berarti bahwa Dia adalah seekor mahluk berbulu, berkaki empat, tetapi merujuk kepada pengorbanan-Nya bagi dosa (Yohanes 1:29), itulah “kenyataan” nya.
    3. Kapan?
    Pertanyaan “kapan” mengarahkan kita kepada batasan waktu di mana suatu ayat tertentu dikatakan. Sebagai contoh, perkawinan Abraham dengan adik tirinya bisa diinterpretasikan sebagai hal yang tidak bermoral sampai pembaca mengerti bahwa perkawinan ini terjadi sebelum Hukum Taurat, yang melarang tindakan seperti itu, diberikan. Karena dosa pribadi bukan menjadi masalah karena tidak adanya hukum (Romans 4:15), kita menyimpulkan bahwa dalam kasus Abraham, perkawinannya itu bukanlah dosa. Jawaban yang jelas terhadap pertanyaan “kapan” ini penting untuk melengkapi pemahaman.
    4. Di mana ?
    Pertanyaan “di mana” berhubungan dengan letak geografis dan kebudayaan di mana suatu ayat ditulis pada saat itu. Seringkali di dalam Alkitab kita menemukan kalimat “sampai ke Yerusalem”. Di dalam banyak kebudayaan, kalimat “sampai ke Yerusalem” berarti mengadakan perjalanan ke arah utara. Namun, maksud secara Alkitabiah berhubungan dengan tingkat dan bukan arah. Ketika Yesus baru tiba dari Galilea dan sedang “menujuk ke Yerusalem”, Dia sebenarnya sedang menuju ke selatan, namun berjalan dengan tingkat yang lebih tinggi.
    5. Mengapa ?
    Pertanyaan “mengapa?” seringkali merupakan pertanyaan yang paling sulit dijawab. Jawabannya paling sering ditemukan saat sedang mempelajari ayat-ayat lainnya. Apabila seseorang membaca ayat di dalam Yesaya 7:14, yang berbunyi, “Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”, suatu pertanyaan yang nyata adalah “mengapa seorang perempuan muda?” Kita mungkin menjawab pertanyaan tersebut dengan, “itu meamng sudah kehendak Allah.” Jawaban itu meskipun benar, namun tidak lengkap. Ketika kita mencari jawaban, kita akan menemukan ayat di dalam Roma 5 yang menyampaikan pengaruh dosa Adam terhadap umat manusia. Kita menemukan bahwa melalui manusia tersebut, Adam, setiap anggota dari umat manusia mendapatkan Dosa Alami. Apabila Yesus memiliki ayah duniawi, maka Dia juga memiliki Dosa Alami. Jawaban atas pertanyaan “mengapa” dalam hal ini penting sebagai persyaratan Kristus untuk menebus dosa.
    6. Bagaimana ?
    Pertanyaan “bagaimana” juga seringkali sulit untuk dijawab. Kita mungkin bertanya, “Bagaimana Yesus berjalan di atas air ?” Jawabannya sederhana karena Dia berjalan dalam Roh Kudus (Luke 4:18). Kita juga mungkin bertanya, “Bagaimana Tuhan mengendalikan sejarah ketika umat manusia memiliki kebebasan untuk memilih?” Pertanyaan tersebut tidaklah mudah dijawab, dan kita akan menyelidikanya nanti dalam pelajaran kita.
    B. Dua Pertanyaan Pribadi Penting
    1. Bagaimana hal ini membantu kita mengembangkan hubungan pribadi yang akrab dengan Tuhan Yesus Kristus kita ?
    Ini salah satu pertanyaan-pertanyaan penting yang kita ajukan. Pengetahuan yang kita dapatkan dari pelajaran Firman Tuhan harus bersatu dengan iman (Ibrani 11:6), sehingga hubungan kita dengan Tuhan akan bertumbuh. Kita harus mempercayai Firman Tuhan dan bergantung padanya. Hasilnya adalah hubungan dengan Tuhan yang didasarkan pada kasih-Nya dan di luar dari pemahaman manusia. Rasul Paulus mengatakan hal ini dengan jelas dalam Ephesians 3:14-19 saat dia menulis:
    Doa Paulus 3:14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 3:15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 3:16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu 3:17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 3:18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 3:19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
    Apabila kita mempelajari Firman Tuhan hanya untuk alasan intelektual dan bukannya untuk bertumuh di dalam kasih untuk Tuhan dan sesama (Mark 12:29-31), kita menjadi sombong (1 Corinthians 8:1). Rasul Paulus, yang mengetahui lebih banyak mengenai ilmu agama dari pada orang lain di bumi ini (2 Corinthians 12:1-4), mengungkapkan keinginannya yang terdalam untuk, “mengenal Dia” (Philippians 3:10). Paulus, sebagai seorang Farisi, adalah orang yang sudah melalui pendidikan tinggi, namun sebagai seorang Kristen, dia baru mulai mengejar suatu hubungan penting dengan Allah yang Hidup. Nantikanlah janji-janji Tuhan, dan yakinlah, sehingga anda dapat “bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus” (2 Peter 3:18).
    2. Kalau begitu, bagaimana kita harus hidup ?
    Begitu kita mengerti makna dari ayat-ayat yang kita pelajari, kita harus berusaha memahami bagaimana ayat-ayat tersebut berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita diberikan suatu contoh yang indah mengenai konsep ini di dalam Hebrews 12:1-3. Ayat 1 dan 2 berbunyi:
    Nasihat supaya bertekun dalam iman 12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
    Ilustrasi yang dipilih oleh penulis Ibrani dalam dua ayat ini adalah ikut dalam suatu pertandingan. Orang orang yang berada di panggung menonton (pahlawan-pahlawan di Bab 11). Pertandingan tersebut untuk kecepatan dan jarak, dan bagi pemenang akan diberikan bangku kehormatan. Peserta harus melepaskan beban tambahan yang dapat memperlambat gerakannya, atau setiap gangguan yang dapat membuatnya tersandung. Matanya tertuju pada garis akhir, dimana Dia (Yesus Kristus) yang sudah menjalankan pertandingan-Nya, dan sudah menang, berdiri. Sukacita besar menjadi lebih penting dari pada pengalaman yang melelahkan, sehingga si pelari dapat bertahan. Kemudian, di dalam ayat 3, penulis menerapkan kedua ayat tersebut kepada hidup kita saat dia menulis:
    Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.
    Ketika kita menghadapi pencobaan dan tantangan, kepedihan dan kesedihan, dipermalukan dan aib karena Kristus, ingatlah selalu akan Pemimpin kita dan kita akan mendapatkan keberanian oleh karena-Nya ! Sadarilah bahwa, “Imam besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya, sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Hebrews 4:15).
    C. Bagaimana Jika Kita Tidak Dapat Menjawab Semua Pertanyaan ?
    Pertanyaan-pertanyaan dan jawabannya adalah penting. Namun, kita harus ingat, bahwa hubungan kita dengan Allah Yang Hidup adalah didasarkan oleh iman (Ephesians 2:8-9; Colossians 2:6), jadi kita tidak bisa mendapatkan seluruh jawaban yang kita cari seumur hidup kita. Namun, Allah telah berjanji bahwa akhirnya seluruh pertanyaan kita akan dijawab (1 Corinthians 13:12). Alkitab memberikan informasi yang cukup untuk memimpin hidup kita.


    bersambung lain waktu



    Artikel sejenis bisa anda dapatkan di bawah ini :
    Klik tombol Web atau Blog



    Loading...







    .

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    Bila memerlukan jawaban, sertakan alamat email anda.

    YESUS mengasihi anda
    " ... Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.""""""" Kis 16:31